Skip to content

Sang Penggoda Hati

April 20, 2012

Rintihan hujan yang deras mengguyur bandung malam ini sungguh romantis,tetesan demi tetesan menggambarkan hati yang sedang tak menentu karena menunggu “seseorang” yang tak kunjung datang.Mungkin belum saatnya atau SANG MAHA MEMBERI sedang memberikan waktu untuk mempersiapkan diri agar lebih baik ,lebih siap dan lebih mantab.

Teringat akan sesorang yang entah siapa,darimana asal usulnya saja tidak mengerti, cuman dari seorang teman yang bilang “kayakna dia cocok buat kamu,mas ” . Apa iya? hanya bisa bermodalkan media sosial, sesosok bidadari yang cantik rupawan menggetarkan hati ini seakan-akan tidak percaya apakah memang cocok? untuk mencoba me-request friend saja seakan tidak mampu jari ini melakukannya. Mencoba berfikir sejenak apakah ini nafsu sesaat melihat sosok yang begitu cantik rupawan? kemudian diurungkanlah niat untuk sekedar menjadi “friend” di jejaring sosial.

Selang beberapa lama,dikabarkanlah bahwa dia kuliah “kota kembang”,disuruhlah untuk sekedar bertatap muka saling kenal dan saling sapa, tapi berat rasanya akan melakukan itu karena kekhawatiran yang cukup besar.Pertanyaannya kembali menyelimuti hati,membuat hati ini serasa bimbang dengan sang penggoda hati, namun juga takut bahwasanya SANG MAHA MELIHAT tidak senang akan apa yang nanti terjadi.diurungkanlah kembali

Beberapa lama kemudian,ada kabar berhembus bahwa dia pindah kuliah dari “kota kembang” ke “ibukota” , menjalani sebuah pendidikan formal seperti wajib militer mungkin.tapi yasudah itu memang yang terbaik buat sang penggoda hati.Entah sudah berapa lama kisah itu, dan malam ini rasanya kok ingin melihat sosok,hanya sekedar melihat kondisinya yang dulu banyak “foto” yang terpampang bebas sekarang menjadi minimalis dan semakin baik. Senang melihatnya perkembangan ini.

Wahai sang penggoda hati yang tak asal muasal engkau berada, jika memang nanti Alloh menjodohkan, tak akan lamanya lagi engaku akan dikunjungi oleh seorang yang ingin menggapai kesempurnaan agama,untuk menanyakan kesiapan dan kemauan untuk menjadi ustadzah di rumah dan menjadi ibu untuk anak-anaknya. Saat ini cuman cukup sibuk memperbaiki diri sampai tiba saatnya nanti, cukup..ya cukup.. cintai saja dengan diam,itu lebih baik🙂

7 Comments leave one →
  1. April 21, 2012 2:15 am

    #Aseeeeeeeeeekk!!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: