Skip to content

Sekedar cerita… Pemimpin Pengambil Keputusan

April 23, 2012

Teringat kembali ke dunia politik kampus yang menuntut banyak tenaga dan fikiran , bahkan sempat terfikir apakah mampu? bisa menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya sampai “selesai”  ?

Menteri sebuah jabatan menggiurkan ibarat di dalam sebuah pemerintahan yang sebenarnya,tetapi menteri di dalam organisasi kampus malah sebuah posisi yang berat , berat amanahnya ,berat tanggung jawabnya dan berat koordinasi dan sebagainya.Disini-lah saya belajar akan makna mempunyai “peran” pentinga dalam sebuah organisasi dan menjadi beberapa orang yang berpengaruh.Teringat kata-kata ,PEMIMPIN yang baik adalah pemimpin yang siap dipimpin dan siap memimpin. Menjadi menteri juga seperti itu, siap memimpin staf-stafnya dan juga siap dipimpin oleh PRESMA/WAPRESMA.

Berbicara sebagai PEMIMPIN yang SIAP MEMIMPIN, disini seorang pemimpin berbeda dengan seorang manager, pemimpin harus bisa mengambil keputusan yang tepat, bisa diterima oleh rasionalisasi dan disetujui oleh staf-stafnya. Bukan semata-mata ego belaka, mempunya ide kreatif tetapi melupakan hal yang prinsip.Seni musyawarah dalam keputusan sangat penting, karena menjadi pemimpin, kita juga mendidik staf kita menjadi pengganti kepemimpinan kita,mengajarkan analisa sebelum mengambil sebuah keputusan.Keputusan yang diambil bukan hanya insting belaka maupun perbaikan citra, melainkan keputusan yang memang hasil “penggodogan” yang matang dengan rekan-rekannya.

Berbicara sebagai PEMIMPIN yang SIAP DIPIMPIN, berarti kita siap untuk menjalankan apa-apa yang nanti sudah putuskan secara bersama, dengan melalui proses dan alur yang ada. Bukan berarti sebagai yang dipimpin harus mengikuti secara SPONTAN apa saja yang diusulkan oleh pemimpin kita, kita juga perlu minta pendapat kepada staf-staf kita dulu.Tidak bermaksud membangkang,semua ada proses, dan proses itu butuh perencanaan yang matang.

Dunia Politik begitu romantis, semuanya serba dramatis, kadang statis kadang dinamis. Di dalam dunia politik, semua hal itu sifatnya BELUM PASTI  , KEPASTIAN didapat jika sudah diputuskan/ketok palu.Jangan terlalu cepat mengambil keputusan singkat , cermati dan kritisi , timbang segala kemungkinan, dari proses , sumber daya manusia dan finansial. Jangan karena kita pemimping yang notabene “orang terdepan”  bisa berbuat seenaknya sendiri.Mari kita jadi pribadi-pribadi yang siap memimpin dan siap dipimpin🙂

GOOD JOB !

Bandung , 23 April 2012

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: