Skip to content

Komunikasi Dakwah versi Guee

September 30, 2012

Banyak orang menafsirkan tentang arti komunikasi, pada umumnya komunikasi adalah hubungan yang dilakukan dengan dua orang atau lebih sehingga menciptakan interkasi atau pembicaraan baik langsung maupun tidak langsung. Sedangkan dakwah dalam arti yang simpel menyebarkan ajaran/faham/kultural nilai-nilai baik baik dalam peribadatan maupun non peribadaran secara meluas kepada masyarakat umum.

Banyak orang menggunakan komunikasi dakwah yang berbeda, dan banyak ustad/ulama/syekh dan lain-lain yang memfokuskan dirinya dalam komunikasi dakwah seperti brand dalam sebuah produk. Contoh seperti ustad Yussuf Mansyur beliau fokus di Sedekah, AA Gym fokus masalah Tauhid dan lain-lainnya. Itu cuman sebagaian saja. banyak pula yang menggunakan bahasa-bahasa yang keibuan, bahasa preman dan bahasa yang kadang tidak masuk akal. Tapi pada intinya dakwah itu mudah dimengerti semua orang.

Seorang teman bertanya kepada saya ” kalo kita update status “ayo laksanakan dhuha” apakah kita termasuk orang yang riya? ” hmmm..

Kalau menurut saya itu komunikasi dakwah, kalaupun orang memanggap itu unsur riya yasudah jelaskan saja maksud kita apa? fahamkan.saya dulu pernah update “Dhuha dulu biar Ganteeeng ” toh banyak juga yang protes, sholat kok biar ganteng dan lain-lain. kalem aja g pake urat. Jelaskan dah fahamkan, toh akhirnya yang protes tau apa yang saya maksud dan malah ikut2an.hehe..

Sama hal-nya ustad Yusuf mansyur yang menyerukan Sedekah, Sholawat, Dhuha , Tahajud dan beliau menceritakan pengalaman beliau, apakah itu termasuk riya? mungkin bisa jadi. tapi lihatlah dampaknya untuk Indonesia ini ! banyak orang yang sekarang mulai rutin dhuha karena komunikasi yang beliau sampaikan, muncul para pejuang SUNNAH yang insyAllah istiqomah. kalau semua itu tidak diperbolehkan karena nanti riya? bagaimana kelangsungan ISLAM yang notabene RAHMATALLIL ALAMIN.

Bagi saya, pandangan orang itu penting tapi bukan yang utama, yang UTAMA adalah pandangan Allah terhadap apa yang kita kerjakan. masalah orang menilai bagaimanapun juga toh Allah yang menentukan.Bersikaplah dewasa, zaman semakin berkembang, begitu juga bahasa-bahasa yang digunakan jangan terlalu kaku dan statis, gunakan bahasa yang dinamis namun tetap sesuai dengan apa yang diajarkan.

Kita tidak boleh mengkultuskan orang lain, orang itu kafir , masuk neraka nanti, atau apalah, cukup doakan bagi mereka-meraka yang dianggap seperti itu, DOAKAN ! Doakan mereka agar senantiasa dilindungi dan diberi rahmat oleh Allah.Diberikan taufik dan hidayah-Nya. Diampuni segala dosa-dosanya. Islam itu Indah sahabat :))

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: