Skip to content

Ternyata…

November 8, 2012

Sekilas teringat zaman duduk di bangku SMP , disana banyak kenangan, mulai dari perkelahian, religi sampai kisah romantis pun tersaji disana, masa-masa senang dan sedih dilalui bersama. Saya ingin mencoba menceritakan masa ketika saya kelas 3 SMP , pada saat itu posisi saya di situ sangat stategis, walaupun dulu belum tau makna strategis,hehe. Hal itu disebabkan saya mengikuti OSIS menduduki ketua komisi sekaligus menjadi ketua ROHIS ( ini yang saya g sangka2 bisa jadi ketua rohis,hehe). Untungnya di kelas 3 SMP saya tidak ditunjuk menjadi ketua kelas dan ditempatkan di posisi wakil sesuai polling,dan yang menjadi ketua kelas pada saat itu temen saya yang populer, laki-laki tapi kemanyun seperti perempuan.hehe

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan , pergantian ketua kelaspun dilakukan karena merasa tidak nyaman dipimpin sama temen saya yang agak kemayu.hehe, dan mau tidak mau tapi harus mau saya ditunjuk menjadi ketua kelas dan hal ini membuat saya jadi tidak nyaman karena harus mengatur kelas yang notabene banyak orang baru karena sebelumnya dulu saya berasal dari kelas yang “homogen” -_-

Ada kejadian yang cukup membuat saya takut dan kemudian membuat saya geli, dan hal itu tidak disangka-sangka , ketika saya dipanggil oleh GURU BK untuk menghadap ke Ruangannya secara ekslusif, ini membuat saya bertanya-tanya sekaligus agak takut karena secara historis orang yang masuk ruangan BK biasanya sebagai “tersangka” atau telah melakukan kesalahan yang dianggap fatal, apalagi saat itu guru BK saya sangat disegani dan dikenal killer, tapi beliau baik hati :)) .

Akhirnya saya menghadap, dan ternyata yang memanggil guru BK baru, dan kemudian saya persilahkan duduk, kemudian saya bertanya ada “kepentingan apa saya disuruh menghadap? apakah saya melakukan kesalahan ? ”

Ibu Guru dengan tenang menjawab, “tidak ada, cuman saya bertanya apakah kamu kalo dikelas membeda-bedakan perempuan? ”

Saya bingung, ” memang membeda-bedakan seperti apa?”

Ibu Guru, ” saya baru mendapat laporan kalo kamu itu suka membedakan perlakuan antara perempuan cantik dan yang biasa/tidak, contohnya seperti mengajarkan pelajaran dan cara berbicara ? ”

Pertanyaan yang membuat saya geli dan membuat senyum saya berkembang, ” apakah demikian ibu? apakah saya boleh tau siapa yang melapor? biar saya bisa klarifikasi langsung, menurut saya , saya sudah melaksanakan tugas sesuai yg saya bisa sikap saya memang seperti ini, tdk ada niatan tuk membeda-bedakan”

Ibu Guru , ” itu tidak perlu, yang penting pesan ibu, kamu jangan seperti itu lagi, perlakukan dengan sama baik perempuan itu mau cantik atau tidak , belajarlah menghargai perasaan orang lain”

akhirnya pembicaraan itu ditutup dengan senyuman manis dan sedikit bumbu ketawa. Dalam hati tetap bertanya-tanya apakah saya seperti itu? dan siapa ya yg melapor? Dulu kalo saya bertemu/ngbrol bahkan menatap cewek cantik saja tidak berani dan selalu keluar keringat dingin, masa iya saya membedak-bedakan? sungguh pertanyaan yang tidak disangka-sangka :))

Mungkin sedikit makna yang terkandung bagi saya saat ini , Wahai para perempuan jangan anggap dirimu cantik atau tidak dicantik karena seorang laki-laki. Cantikan saja hatimu, pasti fisikmu akan terlihat cantik. Jangan buat Tuhamu marah karena kecantikanmu, tapi buatlah Tuhanmu bangga akan kecantikanmu, ya.. cantik hati maupun cantik fisik

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: