Skip to content

Pelecehan Kaderisasi Kampus

December 12, 2012

Ya 35 poin kultweet tntang ‘pola’ utk kamu tau gmn caranya biar presma.

‘Pola’ tsb memiliki pasokan eksternal. Menguasai grass root dgn sistem.

1. Dalam standar normal dan konstitusional, haruslah kita lulus PDKT

2. Stelah PDKT, harus juga lulus OSFAK. Ada PPMTE / Spektrum (FEK), Mabim (IF), Shakti (FRI), Eureka (Sains)

3. Stelah OSFAK, ada namanya LKOD (Latihan Kepemimpinan Organisasi Dasar) penyelenggaranya Kaderisasi BEM. Ini pun harus lulus.

4. Tiga tahapan tadi memiliki pola2 ekivalensi atau penyetaraan dgn persetujuan dari lembaga legislatif bersangkutan

5. Setelah lulus 3 tahap itu, calon tinggal menyeselaikan tataran administratif dari penyelenggara KPU

6. Dapat dipastikan, siapapun orgnya dapat lolos administratif.

7. Selanjutnya, ada langkah2 lain agar pencalonan itu semakin lancar

8. Selama 13 tahun KBM berdiri, pola pemenangan presma masih sama, dan itu pun yg digunakan di pemilu 2012 ini

9. Pola seperti apa? Pola pergerakan islam fundamental dari kelompok2 tarbiyah di dalam kampus

10. Berawal dari PDKT dan legalisasi Mentoring lewat lembaga PPDU di awal kuliah.

11. Dgn sebutan Binroh (Bina Rohani) Maba Miba digiring cara berpikirnya pada pola islam fundamental gerakan tarbiyah ITTelkom

12. PDKT yg menjadi manipulasi dari kehidupan nyata kampus ITTelkom pun disusupi gerakan tarbiyah islam fundamental ITTelkom

13. PDKT yg dicitrakan dgn nuansa religius manipulasi itu, mendoktrinisasi para Maba Miba

14. Ditambah dgn Binroh atau mentoring yg dikelola oleh Badan Mentoring utk menjaring Maba Miba unggul

15. Siapapun yg mau dan ingin menjadi presma dgn pola kulturasi 13 tahun ini, haruslah bertahan pada lingkup PDKT dan Binroh

16. Stelah bisa bertahan pada PDKT & Binroh, selamat anda lulus tahap pertama. Selanjutnya silakan masuk dalam ruang kegiatan kuliah

17. Dlm lingkup perkuliahan, sudah tidak aneh bila sistem ini pun bisa mengatur semuanya. 13 tahun, cukup menempatkan kader2 dalam institusi

18. Badan Mentoring mengelola Binroh lanjutan dalam kamuflase mata kuliah agama

19. Seluruh Maba Miba WAJIB mengikuti mentoring atau binroh lanjutan agar lengkap penilaian dari mata kuliah agama

20. Mentoring itu menjadi ruang2 bagi gerakan tarbiyah ITTelkom ini utk menjaring massa dan membentuk kader2

21. Setelah dalam mentoring ini, tidak hanya Badan Mentoring (BM) yg menjadi pelindung tetapi lembaga lebih besar yaitu MSU Family

22. MSU Family atau Syamsul Ulum Family, ada SKI, KAMMI, Lazis, BM, MQ

23. Dalam mentoring itu, semua anggota mentoring akan didistribusikan ke organ2 MSU Family. Utk persiapan awal tahun.

24. Kamu harus masuk salah satu agar bisa dicalonkan dalam pemilu raya. Itu pola yg 13 tahun telah di pakai.

25. Setelah tahap itu beres, sekitar akhir semester 1 atau awal semester 2. Kamu akan terlibat sebagai kulit terluar dari Tim Pemenangan

26. Dimintai Foto Copy KTM, di suruh sebar2 flyer, tempel2 poster. Utk pemenangan calon dari Pola ini

27. Oke. Setelah itu beres. Pola itu belum pernah kalah selama 13 tahun KBM. Maka kader unggul di tiap mentoring akan di tawarkan sesuatu

28. Sesuatu itu, entah posisi di struktural atau fungsional. Yg pasti ditawarkan itu, mentoring lanjutan.

29. Binroh » BM. Mentoring » MSU Fam. Mentoring Lanjutan » ??? :p

30. Sistem di luar mahasiswa lah yg memegang mentoring lanjutan. Sebuah partai yg ‘katanya’ Islam

31. Ya, intinya si calon yg mau harus lah lanjut dalam Mentoring Lanjutan itu

32. Stelah itu akan ada pelatihan2 dari ‘badan’ tsb. Ikuti, lulus lah

33. Kalau itu sudah lulus (y) ya selamat anda akan di pilih sbg calon presma dari pola tsb

34. Ditambah dgn jabatan struktural di organ internal kampus. Eksternal jg bisa tp harus KAMMI ya😀

35 PDKT » Binroh » Osfak » Mentoring » LKOD » Mentoring Lanjutan » ‘Pelatihan’ (dgn jabatan struktural organ intern / KAMMI) »» Capresma (y)

@nurhakimarip (source : Dilema PKS, Burhanuddin Murtadi yg disesuaikan dgn pola di ittelkom)

Berawal dari kultweet itu. Saya merasa SAKIT HATI melihat kaderisasi kampus seakan dihina dan dilecehkan.Karena bagaimanapun juga saya terlibat aktif selama dua tahun membangun kaderisasi kampus. Membuat landasan dan menjalankan langsung dilapangan.Ketika point nomer 12 dan 13 muncul bikin rasanya amarah ini muncul, kaderisasi kampus seakan menjadi permainan.Emosi ? Jelas ! tapi mencoba meluapkan dalam hal yang berbeda dan mencoba mengurangi perdebatan yang saya sudah tau arah dan tujuannya.

” Selama saya mengurusi kegiatan kaderisasi khususnya PDKT , saya mencoba transparasi dan mengajak SEMUA gerakan untuk Bergabung. Kalaupun ada yang menyusupi, SAYA yang MENYUSUPI kegiatan PDKT berlandaskan PUK (Pola Umum Kaderisasi) “

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: