Skip to content

Lunturnya Kebanggaan seorang Muslim

December 16, 2012

Isyadu bi anna Muslimun : Saksikanlah bahwa aku seorang muslim

Itu adalah penggalan dari ayat Allah yang menyatakan bahwasanya harus punya rasa bangga akan Islam yang dianugerahkan kepada umat akhir Zaman. Permasalahannya adalah kebanggaan itu semakin lama semakin menipis, dan itu memang sudah menjadi fakta ketika Rosul bersabda bahwasanya Islam itu akan datang dalam keadaan terasing, dan kembali juga dalam keadaan terasing.Bahkan lebih jelasanya saat ini Islam justru asing di tengah orang-orang yang mengaku muslim.

Mencoba mengambil contoh dalam berpakaian syar’i , khususnya aurat perempuan, dimana ketika berbicara aurat perempuan, semua anggota tubuhnya tertutup kecuali muka dan telapak tangan. Tapi lihatlah zaman sekarang, ketika ada orang yang berpakaian syar’i, justru mereka yang berpakaian syar’i banyak yang mengatakan asing, aneh dan tidak modern. Justru pakaian yang membentuk tubuh perempuan lebih banyak disukai, celana yang membentuk kemolekan tubuh banyak disukai justru dianggap sebagai trend center.Mereka lebih bangga memakai pakaian non-syari’i dibanding memakai pakaian yang syar’i yang disukai Allah.

Contoh lain seperti jumlah peserta, manakah yang lebih banyak antara Tabligh Akbar dengan Konser musik?  manakah yang paling banyak pengunjungnya antara Masjid dengan diskotik?  Silahkan dijawab masing-masing saja. Sebagian dari kita bangga masuk diskotik ketimbang masuk masjid, benar?  Masjid sudah terasing saat ini , orang enggan memakmurkan masjid. Sebagian kita lebih senang memakmurkan konser musik ketimbang memakmurkan masjid.Dan masih banyak contoh yang lainnya yang tidak bisa dituliskan semuda dalam tulisan ini. Silakan Amati , cermati dan liatlah bahwasanya Kebanggaan orang Islam akan kemuslimannya semakin hari semakin luntur.

Banyak yang terjadi di kondisi zaman sekarang, perang melawan Ghuzwul Fikr dengan istilah yang dikenal dengan 3F , yaitu Food (makanan) , Fashion (mode) dan Fun (kesenangan) menjadi permasalah. Peran media juga menjadi problematika besar akan lunturnya kebangaan seorang muslim. Ini menjadi permasalahan umat, krisis moral pun menjadi titik penting yang harus diperbaiki. Mau tidak mau , sadar tidak sadar , suka tidak suka permainan sudah dimulai. Tinggal mampu bertahan atau tidak dalam permainan dunia ini?

Gejolak akan golongan menjadi buah bicara yang menarik untuk diperbincangan baik itu di kalangan politik tingkat nasional sampai tingkat kampus. Ya wajar saja. Rosululloh juga pernah bilang bahwasanya Islam akan terpecah menjadi 73 golongan. Tidak usah khwatir, lakukan yang terbaik saja. Mudah-mudahan kita senantiasa menjadi orang yang senang akan akan kemusliman yang kita punya.

Sebuah renungan untuk kita semua :

“Isyadu bi anna muslimun : Saksikanlah bahwa aku seorang muslim”

Mengisyaratkan bahwasanya kita sebagai umat Islam harus bagga menjadi seorang Muslim. Dimana kebahagian tertinggi adalah beragama Islam. Masalahnya seberapa besar kebanggan kita menjadi seorang muslim kalau kita saja sudah merasa “alergi” mendengar kata Islam.

One Comment leave one →
  1. December 17, 2012 9:18 pm

    Reblogged this on sitiagel.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: