Skip to content

Muhasabah Hidup

December 24, 2012

Malam ini setelah makan di pinggiran sudut Sukabirus, menikmati nasi gila khas mas Agus. kembali kupacu sepeda motor menuju rumah untuk istirahat. beberapa saat kemudian teringat, bensin motor mau habis, dan uang di dompet sudah tipis, alhasil harus menuju ATM Politeknik Telkom disana untuk mengambil beberapa uang untuk kebutuhan beberapa hari. Setalah disana tampak dari kejauahan,ada sesosok orang yang sedang tiduran di lantai deket ATM bukan didalam tapi di luar. Kucoba semakin mendekat ternyata seorang ibu yang sudah tua, kuamati sebentar, badannya yang kecil , kurus sedang terkapar lepas atau sedang tidur. Sungguh sangat memperihatinkan kondisi beliau. Kucoba kutegur, kutanya apakah ibu sudah makan? dgn sedikit anggukan belum😦 , akhirnya dgn sedikit meninggalkan sesuatu yang bisa dimakan,akhirnya saya pulang.Tak terasa hati ini sakit, membayangkan bagaimana kalau kita yang disana, atau orang yang kita sayangi disana? :((

Dalam hati ini pun berkecambuk, Ya Allah masih sedikit rasa syukur akan nikmat yang engkau berikan.Dimana ada orang yang tidak punya tempat tidur, tidur ala kadarnya, melawan dinginnya malam, sungguh lengkap penderitaanmu wahai ibu. Sedangkan kami,mahasiswa? Dimana ketika mahasiswa kehabisan uang, gampang sekali ambil uang di mesin ATM, nah beliau? dia harus bekerja keras bahkan meminta-minta didepan mahasiswa. Masih banyak sekali nikmat hidup yang saa belum syukuri melihat kondisi beliau, belajar prihatin akan kondisi susah, berusaha tidak manja akan kesulitan-kesulitan hidup.

Terbesit juga dalam hati ketidakbecusan Pemerintah mengurusi orang fakir dan miskin, anak-anak terlantar yang jelas-jelas diatur oleh undang-undang untuk memeliharanya. Tapi kenyataannya apa? Uang disalahgunakan, dikorupsi untuk memperkaya diri sendiri dan mengenyangkan perutanya masing-masing. Bahkan gaji sampai 50 juta/ bulan tidak pernah cukup untuk para pejabat, apakah mereka tidak bercermin kepada ibu ini? Astaghfirulloh. Ini juga salah satu yang mungkin menjadi teguran Allah atas ketidakbecusan pemerintah kita mengelolanya, akhirnya turun banjir, gempa bumi, dll.

Teruntuk saudaraku umat Islam. Jadilah KAYA. dengan kita kaya, kita bisa lebih banyak berbuat. Dengan kaya kita bisa lebih banyak berbagi. Sungguh kalau Islam ini ditegakan dengan Sempurna, tidak akan pernah ada orang miskin, bahkan di janjikan sebelum hari kiamat terjadi , tidak akan ada orang yang mau menerima sedekah/infaq. Maka dari itu maksimalkan sebelum hari tiba.

One Comment leave one →
  1. December 25, 2012 1:11 pm

    Pesan paragraf terakhir saya pernah denger dari dosen saya, tapi ditambahin jangan lupa berdoa menjadi orang yang paling besar bayar zakat :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: