Skip to content

Andai hati bisa dibaca…

May 8, 2013

Andai hati bisa dibaca ? apa yang akan kita lakukan?

Membaca perasaan orang, membaca pemikiran orang, andai semuanya bisa dibaca pasti dunia bisa kacau kali ya :)) tidak akan ada misteri dan kejutan-kejutan penuh kenangan di setiap moment keindahan maupun kepedihan. Tapi Allah memang sudah mengatur sedemikian rupa agar hati kita ini tidak bisa dibaca oleh orang lain…

Banyak fenomena yang muncul dari hati,  kalau zaman sekarang mungkin muncul istilah GALAU ! tapi dampak dari Galau lebih sering disalah artikan dengan sebuah kontasi negatif ? kenapa ? Kenapa tidak bisa disejajarkan dengan sesuatu yang positif, yang bisa mengubah menjadi energi positif untuk senantiasa berfikir positif dan positif…

Banyak persepsi yang muncul ketika seseorang mengeluarkan statement yang dirasa bertolak belakang dari dirinya dan mengeluarkan persepsi lain yang menurutnya itu tidak baik. Padahal kita tidak tau apa benar apa yang dilakukan adalah salah ? dan persepsi pribadi selalu benar? sekali lagi hati tidak bisa dibaca…
Maka dalam Islam diajarkan yang namanya TABAYUN (croscek) untuk mendapatkan data-data yang valid untuk diklarifikasi dan disimpulkan maksud dan tujuan statement. Tapi mayoritas dari kita langsung menjustice bahwasanya itu benar, itu salah, ini benar ini salah sampai bingung sendiri menimbulkan perpecahan dan peselisihan. Andai hati bisa dibaca ?

Perasaan cinta, rindu, kasih, pedih, perih dan luka selalu muncul kapanpun dan dimanapu, ada orang yang selalu ceria tapi ternyata hadinya sedih, orang yang bersedih tapi hatinya tertawa. Maksud hati memang susah ditebak, butuh komunikasi, dilukiskan dengan kata-kata, tidak bisa asal ambil atas kondisi yang ada.

Teringat suatu peristiwa perang dimana sahabat Rosul, Saad yang sedang berperang melawan kaum kafir, dimana si fulan sedang lemah terpungkur di tanah dan bersiap menerima hunusan pedang dari Saad, tapi si fulan teringat barangsiapa yang membaca syahadat akan dilindungi oleh sesama muslim, dibacalah syahadat saat itu, Saad pun “GALAU” karena kondisinya dia lemah dalam perang, dan hanya takut saja saat mengucapkan syahadat. Akhirnya Saad pun membunuh si fulan yang membaca syahadat tadi.

Akhirnya berita itu sampai terdengar ke Rosulullah, dipanggillah Saad, apakah benar engkau telah membunuh musuh perang yang sudah membaca syahadat? Saad membenarkan dan menceritakan kondisi perang saat ini. Rosul pun bilang kepada Saad, apakah engkau bisa membaca isi hati si fulan yang telah engkau bunuh itu? Bahkan ketika engkau bunuh dan mencoba untuk membelah dadanya apakah engkau tau isi hati yang telah mengucapkan syahadat dan masuk Islam? Saad pun terdiam dan menyesal akan perbuatannya yang telah membunuh saudara sesama muslim, dan ini merupakan dosa besar yang tidak dilupakannya.

semoga Allah mengampuni kita yang sering berprasangka buruk terhadap sesama :((

 

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: