Skip to content

Hikmah Perjalanan

July 8, 2013

Kemaren , tepatnya, Minggu, 8 Juli 2013 saya melakukan perjalanan dari Bandung menuju Tegal dengan membawa barang bawaan selama merantau karena titah dari orang tua. Akhirnya dapat mobil bak beserta sopir berangkat menuju ke Tegal. Sempat kaget juga ternyata si bapak (sopir) bawa perempuan dan anak kecil , dan dikira ini seperti rekreasi, bawa keluarga segala, tapi yasudah lah memang itu adanya. Berangkatlah kami dari bandung sekitar jam 8pagi, setelah melakukan packing dan segalanya menuju kota Bahari. Mulailah pembicaraan untuk sekedar mengakrabkan dan melepas kekakuan.

Dari berbagai pembicaraan yang saya lakukan dengan pasangan suami istri tersebut ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil, salah satunya dari proses Bisnis, ternyata si ibu (suami pak sopir) seorang pedagang yang hebat menurut saya, lahir dari keluarga pedagang, dan besar jadi pedagan, bahkan sebelum menikah beliau sudah punya rumah dari hasil berdagang meskipun tidak mewah, tetapi memang yg namanya usaha dan doa dari orang tua yg menyuruh tuk beli rumah sebelum menikah akhirnya kesampaian juga. Kebetulan pasangan tersebut, satu dari Jawa (ibu) dan satu dari Sunda (bapak). Dari pengalaman bisnis beliau juga lumayan banyak, pernah memperkerjakan 17 orang karyawan, distribusi sampai ke luar kota, tapi sayang yg namanya bisnis pasti ada saja kendala, terjadi korupsi, dll, dari salah satu usaha galon minum yg jumlah awal 1500 biji, sekarang jadi 200 biji saja ! banyak sekali ya banyak, cerita kecurangan dalam berbisnis, celah2 yang bisa diambil untuk dapat  keuntungan yang bukan haknyaa..

Di tengan rehat isitirahat, setelah menunaikan sholat, hati ini ingin mencoba makanan yg lagi dikerubungin orang-orang, ternyata jualan es cendol, setelah pesan dan memakan beberapa sendok, si bapak penjual es cendol, tiba menyampiri dan duduk sebelah sambil tausyiah, entah hari ini dapat angin apa bisa2 si bapak berbicara agama, apakah tampang saya aneh? :))  dari pemaparan yang beliau sampaiakan begitu menarik meskipun banyak dalil-dalil yang salah ucap dan salah arti, tapi salutku untuk beliau yang berani dakwah di tengah kesibukan mencari penghasilan.

Setelah beliau selesai berbicara, saya coba membuka obrol, ternyata banyak yg menarik dari beliau , salah satunyaa adalah beliau sudah daftar haji, in sya Allah berangkat tahn 2017. meskipun hanya berjualan cendol, tampang beliau selalu ceria penuh canda, beliau berpesan meskipun beliau jualan cendol, tapi beliau tetap memperhatikan anak yatim, fakir miskin, sudah punya pengajian sendiri di rumah, bahkan sy diundang untuk mengisi, hehe. Banyak banget yang bisa dipelajari dari si bapak, kerja keras, kerja tuntas, kerja ikhlas. Ukuran harta tak menjadikan tolak ukur bahagia, harta beliau disisihkan sedikit demi sedikit untuk menuju perjalanan suci dan kebaikan. Masya Allah, mampukan si bapak ya Rabb.

sekedar melengkapi omongan si bapak, sy coba menyakinkan beliau di tengah suasana yang khitmat cerita bahwasanya, Muslim itu harus Kaya , karena dengan kaya kita bisa berbuat amal lebih banyak, bukan menjadi yang wajib tapi salah satu yg pokok. Dan masalah haji, Allah itu tidak MEMANGGIL orang-orang yang MAMPU, tetapi MEMAMPUKAN orang-orang yang TERPANGGIL. Bagi kita jangan pernah melihat cover apakah si bapak jual cendol, pedagang asongan, dll yg sering kita anggap remeh, tapi lihat IMAN dan TAQWANYA, muncul spirit iman dan taqwa dari beliau-beliau itu.

Perjalanan dilanjutkan dengan bermacet2an di tengah perjalanan, sambil mencoba mentafakuri hidup, UNTUK APAKAH HIDUP INI?

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: