Skip to content

Hukum oh Hukum..

May 17, 2014

http://www.lintas.me/otomotif/motor/editor/pertanyaan-ampuh-biar-lolos-dari-razia-polisi

 

Berawal dari membaca link ini jadi teringan kejadian beberapa minggu yang lalu. Ketika saya sedang melakukan perjalanan menuju ke barat, dengan pede karena merasa sudah benar, kelengkapan surat pun sudah ada, melintaslah di depan razia, biasanya tidak diberhentikan, namun kali ini berbeda, motor saya diberhentikan dengan baik-baik.

Seperti biasa, namanya razia motor olih polisi, dimintalah kelengkapan surat-surat, tak berikan tuh surat-surat, karena sudah lengkap, pak polisi ini seperti melihat body cewek, melihat motor saya, meneliti apa ada yang kurang, tiba-tiba ada polisi satu lagi bilang, apaan tuh plat nomor kok ga keliatan, akhirnya polisi yang menangani saya pun mempermasalahkan.

Saya diberi tahu bahwa plat saya tidak keliatan yang bagian depan, dan saya pun disuruh untuk mengecek bersama, karena saya tidak paham aturan main plat nomor, dan ini juga motor adik saya yang memang “rada aneh”. Akhirnya saya meminta kebijaksanaan untuk membenarkan plat nomor besok harinya, dan minta untuk dilepaskan dari razia ini. Tp semua tidak berguna, polisi dengan nada ketus, cemberut kisut tidak mengindahkan tawaran saya, dan saya tanyakan apa baiknya? dia menjawab saya ikutkan sidang saja. Saya setuju, tidak setuju juga memberikan uang “damai” apalagi orangnya begitu, tak tolerir terhadapa permasalahan. Berasa setiap orang tau aturan, dan POLISI sudah ‘berhasil’ mensosialisasikan aturan, eh emang ada ya? 

Setelah keluar dari situ, saya langsung telpon adek saya karena telah membuat saya kena tilang, karena membuat motornya tidak standar, setelah ngomel-ngomel, adek saya bilang bahwasanya tidak ada aturan plat nomor di depan harus terlihat atau tidak yang penting plat nomor belakang harus keliatan, di semarang pun ketika dii razia tidak dipermasalahkan, dan juga PLAT NOMOR belum keluar dari SAMSAT ! ! ! tambah kesel saya, karena saya merasa ditipu oleh orang berseragam, dan ingin rasanya memperjuangkan nanti di meja sidang, dengan target GRATIS tanpa DENDA.

Ketika saat sidang tiba. Saya dipanggila oleh jaksa untuk diadili, kata-kata yang keluar dari mulut beliau adalah, apa salah anda? saya jawab, saya tidak mengerti salah saya, dan polisi memberikan keterangan bahwasa plat saya merupakan sebuah kesalahan, dan saya menjawab dengan alasan yang sudah diutarakan adek saya di depan jaksa, apa jawaban yang saya dapat?.

Jaksa bertanya kembali, Anda merasa salah atau tidak? jika anda tidak merasa salah, dan tidak ingin ikut sidang, maka silahkan ajukan banding ke mahkamah konstitusi, STNK ini akan dikirim ke pusat, kemudian jaksa menasehati saya agar “mengiyakan” saja apa yang menurut saya tidak salah, dan saya diputuskan bersalah dengan denda 30rb rupiah.

Ya begitulah hukum di negeri ini, hukum yang bisa dibeli, hukum buatan manusia, semua cuman sandirawa dan permainan belakaaaa ~

Tegal

17 Maret 2014

4 Comments leave one →
  1. July 22, 2014 12:26 pm

    Bang. Tegal di sebelah mana?

    • July 28, 2014 3:59 pm

      hade maneh. google eart ada tuh. daerahpantura mar. lu jalan aja terus dari depo-jakarta-karawang-cikampek-cirebon-tegal ~

      • July 28, 2014 4:06 pm

        Dlm wkt dekat ada proyek di tegal. Barangkalai bisa ngasih referensi tmpt tinggal .. hehe

      • August 12, 2014 1:34 pm

        oh gampang mar. fast respon sms aja yaaa. klo blog jarang dibuka krena kesibukan hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: