Skip to content

Bertentangan dengan kebenaran…

May 9, 2015

IMG_20150404_143240

Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda:

ما أسفل من الكعبين من الإزار ففي النار

Kain yang panjangnya di bawah mata kaki tempatnya adalah neraka” (HR. Bukhari 5787)

Ketika memutuskan diri untuk meninggalkan ISBAL (berpakaian dibawah mata kaki) , sungguh dapat dirasakan pergejolakan batin yang luar biasa dari diri sendiri, karena mungkin dulu terlalu idealisme dan ” merasa ” sudah benar, ternyata memang no isbal itu penting ! bukan sekedar fashion tapi memang sebuah keharusan bagi saya, kaum laki laki untuk memotong kain dibawah mata kaki..
Keputusan yang mengundang reaksi dari keluarga dan masyarakat, banyak celaan dan cemooh seperti dibilang kekurang bahan lah, biar tidak kena banjir lah, cuman pada saat itu saya memilih lebih baik diam dan sedikit demi sedikit memberitahu perubahan perubahan yang harus dilakukan berdasarkan Al Qur’an dan Al Hadist.
Ketika training di tempat saya bekerjapun membahas tentang celana yang tidak boleh cingkrang dan ini langsung dibawakan oleh Vice President Operation tempat saya bekerja, sungguh tekanan batin, bahkan selama training saya mencoba untuk sedikit menurunkan celana saya agar tidak keliatan cingkarang atau berusaha membeli sepatu boot biar kain yang terpotong tertutup oleh lebihan bahan sepatu boots yang saya pakai. Mungkin saya salah tapi apa yang bisa dilakukan kondisi saat itu?
Bahkan hal ini saya lakukan sampai beberapa bulan karena menutupi celanan saya yang cingkrang dan tidak ingin diketahui orang lain, seakan akan menutupi sebuah “aib” yang sangat besar.. [astahfirullah..]

Akhirnya, setelah belajar kembali, mengkaji dan memahami semuanya kenapa saya berpakaian seperti ini, saya kemudian memutuskan untuk tidak menutupi “aib” lagi, ini sama saja saya menutupi kebenaran, tidak mensyiarkan bahwasanya ini loh seorang muslim yang benar versi yang saya pelajari. Saya jawab semua pertanyaaan perubahan perubahan saya, bahkan saya menjawab semua cemooh, celaan dan guyonan dengan kapasitas saya, dan mereka akhirnya mengerti dan bahkan alhamdulillah banyak yang bertanya dan tertarik dengan apa yang saya ambil untuk tidak lagi menggunakan celana yang isbal..
Di kantor pun saya tidak perlu lagi harus menggunakan sepatu boots saya tiap hari, kadang saya menggunakan sepatu biasa yang keliatan sekali cingkrangnya atau bahkan menggunakan sendal. Mereka alhamdulillah mengerti dan tidak mempermasalahkan, ketika memang nantinya bakal dipermasalahkan atau dijadikan peraturan yasudah berarti memang ini ujian dan tantangan, Allah pasti menguji hamba hamba yang beriman, ini cobaan baru seberapa, bagaimana dengan cobaan oleh bilal bin rabah? para sahabat? bahkan Rosulullah sallahu alaihi wassalam.
Rosul pun menjanjikan barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, Allah pasti akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik bukan? [al hadist]. Cuman kehilangan pekerjaan tidak sebanding dengan kehilang ridho dan cinta-Nya..

Kadang sebuah kebenaran yang disampaikan yang bertentangan dengan adat dan budaya sangat terasa sekali pergeserannya, gejolak batin yang luar biasa, saya pun tidak mudah untuk melakukannya , tapi ini emang harus dipaksa..
Niatkan saja semua karena Allah, biarkan Allah dan malaikatnya yang nanti akan membantu kita dalam setiap proses yang in sya Allah akan mengantarkan kita ke kenikmatan yang haqiqi🙂

Akhi wa Ukhti fillah, ishbiru wa tawakalallah, silahkan saja cingkrang, panjangkan jenggot, gunakan cadar, julurkan gamis, atau menjadi ibu rumah tangga, jangan pernah kalah dengan keadaan, karena Allah yang mengatur segala keadaan, siang malam saja Allah atur dengan sedemikian rupa, apalagi cuman hidup kita yang masa kontraknya paling beberapa tahun saja..
Gigitlah Sunnah dengan Gigi Gerahammu akhi wa ukhti fillah

Sesungguhnya barangsiapa hidup sesudahku niscaya dia akan melihat banyak perselisihan, maka wajib atas kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk sesudahku. Berpeganglah kalian dengannya dan gigitlah ia dengan gigi gerahammu serta jauhilah oleh kalian perkara agama yang diada-adakan karena semua yang baru dalam agama adalah bid’ah dan semua bid’ah adalah sesat.” HR Ahmad,Abu Dawud,Tirmidzi,Dzahabi dan Hakim, disahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al jami’ no. 2549

Tegal, 9 Mei 2015
Muhammad Misbakhuddin

2 Comments leave one →
  1. aprizal permalink
    May 10, 2015 10:12 am

    Widiwww…sangar cooy..cm belum dijelasin ni kenapa celana harus diatas mata kaki..ada sebab musabab nya mungkin? Biar org pada tau alasannya .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: