Skip to content

Cerita Proses Pernikahan (4-end)

May 18, 2015

Kayaknya terlalu asik menulis proses pernikahan orang lain sampai lupa untuk merencanakan proses diri sendiri hahaha🙂 but it’s okey. Pernikahan bukan cepat atau lambat, mungkin saja diri ini sudah siap namun ALLAH sedang mempersiapkan pendamping yang terbaik buat saya *menghibur diri* . Dan mungkin ini cerita proses pernikahan yang terakhir yang saya ceritakan, dan silahkan pembaca mencari sendiri cerita cerita yang seru dari sebuah proses pernikahan yang membuat temen temen termotivasi untuk segera menikah.

Kali ini saya coba menceritakan tentang proses pernikahan kakak kelas saya yang dulunya “radikal” pada jaman SMA, tapi Qadarallah Allah memberikan hidayah melalui cara cara yang tidak pernah kita duga, Alhamdulillah..
Beliau sebelum menikah kuliah di perkuliahan di salah satu universitas di yogyakarta dan menyukai seorang akhwat asal Bontang, Kalimantan timur. Mungkin bagi orang jawa pasti sangatlah jauh :)  apalagi akan dipikirkan dibenak kita nanti gimana mudiknya? biaya menikahnya? resepsinya? tapi sangat manusiawi sekali dan sangat wajar.

Hingga akhirnya temen saya memutuskan untuk ke Bontang untuk menemui kedua orang tuanya, menyampaikan itikad baik untuk menikahi putrinya, tapi alhamdulillah ditolak ! hahaha🙂 Bagaimana tidak ditolak , sekarang keduanya masih sama sama kuliah dan tidak ada pegangan kehidupan/penghasilan sama sekali, akhirnya orang tua perempuan menyuruh untuk bersabar, dan menyelesaikan kuliah terlebih dahulu sambil mencari cari pekerjaan juga.

Selang beberapa waktu, temen saya datang untuk kali kedua menanyakan apakah bisa meminang sang putri untuk dijadikan istrinya? pinangan kedua alhamdulillah ditolak lagi hahaha😀 meskipun calon istrinya sudah lulus, temen saya belum lulus, dan alhamdulillah calon istrinya sudah dapat pekerjaan yang bagus dengan gaji awal minimal 5juta ! ( 2012) mungkin kalau sekarang udah bisa 7juta lebih kali ya🙂 tapi dengan tenang temen saya bilang kalau istrinya nanti tidak boleh bekerja, karena sebaik baik hijab itu adalah rumah bukan di tempat kantoran😀 menghindari ikhitlat dengan lawan jenis dan kemudharatan mudharatan lainnya jika seorang perempuan keluar dari rumahnya🙂
Bagaimana rasanya kedua orang tua,kuliah jauh jauh dari bontang menuju jogja, dapat sarjana, dapat kerjaan enak deket orang tua, namun ada orang lain datang ingin menikahi sang putri dan menyuruhnya untuk meninggalkan itu semua untuk menetap di rumah menjalankan fungsinya sebagai istri dan ibu dari anak anaknya, berat tentunya😀 akhirnya temen saya disuruh pulang untuk memikirkan kembali ?😀
Dengan santainya temen saya jalan jalan ke pantai, menikmati pemandangan pantai disana, sambil berpikir mungkin ini terakhir kali saya kesini haha. Sang calon pun sms dengan penuh harap cemas dan khwatir, tapi dengan tenang beliau jawab, in sya Allah ada jalan :’) * so sweet banget yaa* hahaha

Qadarallah, ketiga kalinya, Allah mudahkan semua urusan beliau, saya sempet nangis diceritakan proses pernikahan beliau, semuanya DISETUJUI tanpa syarat, sang putri diperbolehkan tidak bekerja, bahkan temen saya posisi belum lulus lulus juga, ma sya Allah :’) Allah lah yang membolak balikan hati ini..
Saat ini beliau sudah menikah dengan wanita asal Bontang, Kalimantan timur, resepsi dua kali , di bontang dan di tegal, saya diundang, cuman masih berkutip dengan TUgas Akhir pada saat itu. Kalau ditanya dananya darimana? dari Allah hihihi
ALhamdulillah saat ini istrinya sedang hamil, penantian yang cukup panjang, sampai akhirnya beliau diamanahkan oleh Allah menjadi calon bapak dan ibu, semoga dipermudah urusannya akhi fillah😀
Perlu diketahui, semua urusan rezeki sudah diatur, jangan khwatir, kita tinggal usaha, Allah dan malaikatnya yang menentukan, beliau salah satu orang yang mungkin kalau dipikir secara rasional tidak akan pernah nyampe ke otak manusia, karena begitulah Ilmu Allah tidak akan bisa semua dicerna oleh akal dan pikiran manusia.
Beliau saat ini sudah haji alhamdulillah tahun 2013, kemudian selang beberapa bulan menjalankan umroh, beliau salah satu yang menjawab tantangan ustad yusuf mansyur dengan mensedekahkan sepeda motornya :))
Semoga Allah senantiasa mempermudah urusanmu saudarakuu…
Masih ragu dengan janji Allah? :))))

“Dan nikah­kanlah orang–orang yang sen­dirian di an­tara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba–ham­ba sahayamu lelaki dan hamba-hamba sahaya yang per­em­puan, Jika mereka mis­kin Allah akan meng­ayakan mereka dengan karuniaNya. Allah Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.”
(QS. An Nur [24] : 32)

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir “.
(Ar Ruum: 21)

“Ada tiga golongan manusia yang berhak mendapat pertolongan Allah, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”.
(HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)

Pemalang, 18/05/2015
Muhammad Misbakhuddin

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: