Skip to content

Ibadah harus dipaksa ! ! !

May 26, 2015

Abu Daud (no. 495) dan Ahmad (6650) telah meriwayatkan dari Amr bin Syu’aib, dari bapaknya dari kakeknya, dia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

 مُرُوا أَوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ ، وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ  (وصححه الألباني في “الإرواء”، رقم 247)

“Perintahkan anak-anak kalian untuk melakukan shalat saat usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka saat usia sepuluh tahun. Dan pisahkan tempat tidur mereka.” (Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Irwa’u Ghalil, no. 247)

Ibadah tekadang memang harus dipaksa ! tak bisa kita pungkiri, rasa malas, sungkan, tidak enakan menjadi salah satu atau beberapa penyebab kita enggan/malas untuk beribadah, maka dari itu kita harus paksa ! harus melawan syahwat yang ada dalam diri agar senantiasa menimbulkan semangat dan motivasi untuk senantiasa beribadah.

Coba perhatikan hadist diatas, kata “pukullah” dalam hadist tersebut mau tidak mau suka tidak suka merupakan bentuk pemaksaan ! memaksa untuk berbuat baik, memaksa untuk berhijarah ke arah yang lebih Allah ridhoi.
Kata memukul disinipun jangan disalah artikan, memukul itu mempunyai dua arti pertama , adalah memukul memberikan pelajaran dan yang kedua memukul untuk memberikan adzab/hukuman. Islam sangat indah, arti memukul disini dimaksudkan untuk memberikan pelajaran kepada anak anak kita, dan tentu dengan kaidah kaidah yang diperbolehkan.

Coba simak lagi hadist dibawah ini :

“Abu Hurairah berkata bahwa Rosululloh Shallallahu alaihi wasallam bersabda,” Semoga Allah MERAHMATI LAKI-LAKI yang bangun malam, lalu melaksanakan Sholat dan membangunkan istrinya, Jika sang istri menolak, ia memercikan air di wajahnya. Juga MERAHMATI PEREMPUAN yang bangun malam, lalu Sholat dan membangunkan suaminya, Jika sang suami menolak, ia memercikan air di wajahnya.”
(Hadist Riwayat Abu Daud)

Tak bisa dipungkiri, kata memercikan itu salah satu bentuk PEMAKSAAN ! ! ! Indah bukan apalagi landasan pernikahan itu berdasarkan KETAQWAAN kepada ALLAH ! ini salah satu hadist yang begitu romantis , ketika kedua pasangan saling membangunkan untuk bermunajat kepada Rabbnya😀

Maka dari itu, persiapkan diri dengan sebaik baik bekal, in sya Allah sebentar lagi Ramadhan, paksa diri kita untuk senantiasa berbuat baik. Melakukan amalan amalan sesuai contoh. Ingat landasan beribadah itu IKHLAS dan ITTIBA ( yang dicontohkan Rosulullah).
Bagi yang belum bisa SHOLAT MALAM, paksa diri kita untuk bangun !
Bagi yang belum baca AL Qur’an, paksa diri kita untuk baca,meskipun minimal 1 lembar halaman !

Teringat suatu perbincangan dengan teman saya yang bekerja di PT PERTAMINA, ketika itu dia bertanya kabar dan menanyakan perkara perkara agama, ketika selepas saya jawab, muncul pertanyaan saya tentang SUNNAH ! bagaimana sunnah yang dijalankan selama ini minimal dengan jenggot dan celanan jingkrang?
Temen saya menjawab, kalau jenggot alhamdulillah sudah mulai dipelihara, kalau celana cingkrang masih belum karena alasan tidak enak/belum siap/dan berbagai alasan laiinya.
Semoga hidayah sunnah tetap menyertaimu dan engkau ditegarkan menjalankan sunnah secara kaffah (sempurna).

Alhamdulillah ala kulli hal,
semoga kita semua diberikan Allah kekuatan dan kemudahan menjalankan perintah Allah subhanahu wataala dan bersesuaian dengan sunnah Muhammad shollohualaihi wassalam meskipun dengan “pemaksaan” :))

Tegal, 26 Mei 2015
Muhammad Misbakhuddin

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: