Skip to content

Renungan Pribadi..

October 6, 2015

Renungan Pribadi :

Saya lahir di dunia dalam keadaan tidak membawa apa-apa, tidak ada baju yang melekat, tidak bawa uang, tidak bawa makanan, tidak bawa minuman tidak apa apa, yang ada hanya tangisan yang membuat orang tua merasa lega dan bahagia karena telah melahirkan sang buah hati yang sudah ditunggu tunggu.
Bahkan belum bisa berfikir nanti akan makan apa, cari uang bagaiman dsb, merasakan rasa takut mencekam karena menjalani kehidupan yang keras.
Lantas sekarang, kenapa jadi muncul rasa takut mencekam akan keduniawian. Bukannya rejeki sudah Allah atur sedemikian rupa?
Mau sedekah/infaq/zakat masih berfikir untung rugi, merasakan takut nanti harta berkurang.
Mau haji/umroh masih berfikir uang yang dikeluarkan dirasa sangat sayang mending untuk menambah modal atau dikumpulkan untuk hari tua.
Mau menikah masih takut ga bisa mencukupi anak istri, ga bisa memberi nafkah yang cukup, takut terjadi benturan dalam rumah tangga, takut ini dan itu
Kenapa sekarang muncul rasa takut yang tidak seharusnya LAYAK untuk difikirkan, bukannya kita punya Allah azza wajala? Toh nyatanya saya yang masih bayi beranjak dewasa kemudian sampai sebelum kerja, Allah cukupkan rejeki saya melalui wasilah orang tua dengan penuh kasih sayang dan pengorbanan mencukupi segala kebutuhan saya. Lantas kenapa saat sudah bekerja malah muncul ketakutan ketakutan yang seharusnya tidak boleh dilebih lebihkan?
Bukannya ketakutan tertinggi seorang Muslim adalah TAKUT kepada Allah azza wajala semata?
Lalu apakah pantas  mensejajarkan ketakutan kepada urusan duniawi dengan ketakutan kepada Allah azza wajala?
Janji Allah :

قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَا ابْنَ آدَمَ أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ

Allah Tabaraka wa Ta’ala: Wahai anak Adam, berinfaklah, Allah akan mengganti infakmu.” (HR. Bukhari no. 4684 dan Muslim no. 993)

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya” (QS. Saba’: 39). Maksud ayat, siapa saja yang mengeluarkan nafkah dalam ketaatan pada Allah, maka akan diberi ganti.

Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur: 32)

Ini Janji Allah azza wajala, bukan janji palsu yang dilontarkan kebanyakan orang..
Kalau kita ragu apakah kita masih beriman? Bukannya kita harus mengimani 6 rukun iman?
Salah satunya Iman kepada Allah dan Iman Kepada Kitabullah (Al Qur’an)
Dalil diatas dari Allah azza wajala, ditulis dijadikan AL Qur’an.
Kenapa kita (khususnya saya) takut yaaaaaa?

Apakah IMAN saya(kita) yang tidak beres?😥

Astaghfirullah waatubu ilahi..

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: