Skip to content

Salafy-kah diriku?

October 6, 2015

Dalam sebuah obrolan singkat :
teman : beda aqidah kita soalnya..
saya : beda aqidah ? Bukannya kalau aqidah tidak boleh berbeda ya? Kalau masalah fiqih bisa jadii
teman : wkwkw.. kiraen nt paham
teman : nt kan ikut salaf, sedangkan aku NU, ngikutnya asyariyyah maturidiyah..
temen : Di ulama salaf mayoritas menganggap asy’ariyyah kan berbeda alias sesat..
teman : aku sudah tau dari lama malah..
saya : oalaah hehehe..
teman : jadi pemahaman aqidahnya beda detailnya..
saya : saya muslim bukan orang salafi, jadi saya ga ngerti hehe
teman : hahaha,ya sudah jangan dibahas..

Perbedaan seperti ini memang sering terjadi di kalangan masyarakat Indonesia, Entah sejak kapan diri ini dinisbatkan kepada golongan orang orang salafii, apakah dari penampilan? apakah dari penyampaian? apakah dari akhlak atau dari apa? Saya lahir dari keluarga NU, sejak masuk kuliah dikenalkan tarbiyah (PKS) dan sekarang sedang belajar mengenai Al Qur’an Hadist Syariat Islam yang baik dan benar. Memang ada perbedaan perbedaan yang tidak perlu dibesarkan, dan ini kadang yang suka digembar gemborkan, yang malah menjadi pemecah belah umat.

Celana Cingkrang. Memang celana saya berbeda dari beberapa waktu yang lalu, mulai dinaikan diatas mata kaki. Ini bukan ikut ikutan, ini belajar dari dalil dalil shohih yang disebutkan Rosulullah, lantas kalau celana saya cingkrang apakah saya disebut orang salafy?
Memelihara Jenggot, saya memang tidak jenggotan, ada tumbuh tapi ga selebat orang orang yang diberikan oleh Allah untuk pertumbuhan hormon jengot, dalam dalil juga disebutkan untuk memelihara jenggot bukan malah memangkas habis, dan ini sering dilakukan sebagian banyak orang, lantas ketika saya memelihara jenggot apakah saya disebut salafy?
Meninggalkan tahlilan, dulu saya suka akan tahlilan, senang akan kalimat kalimat thayyibah yang diucapkan berjamaah, bahkan sering mengikuti selama 7 hari, 40 hari, 1 tahunan dan seterusnya. Tapi sekarang coba meninggalkan hal itu, karena landasan yang saya yakini tidak membenarkan adanya acara tersebut, kalaupun memang orang lain mau menjalankan ya silahkan.
Bid’ah vs Sunnah, Kadang ada yang bertanya tentang bi’dah dan sunnah, ketika saya menjawab dengan kapasitas saya, kadang ada yang mau kadang ada yang tidak, kadang ada yang diam kadang ada yang mendebat. Ini seperti halnya Rival,ga bakal ada berbarengan bid’ah sunnah, halal haram, makrum mubah. Apakah orang yang suka bilang bid’ah dan sesat disebut salafy?
Padahal Rosulullah sendiri yang bilang perkataan bid’ah dan sesat, lantas apakah Rosulullah adalah golongan orang orang salafy?

Mencoba terus dan terus belajar tentang AL Qur’an dan Hadist, mencoba membaca, memahami dan mengamalkan kemudian mendakwahkan. Mencoba membuang perkataan ” menurut saya” , ” saran saya” dan segala perkataan yang mengandung logika, perasaan diganti dengan ” perkataan Allah” , “perkataan Rosulullah” dalam menjawab segala problematika kehidupan. Karena ini yang bakal jadi pedoman hidup.
Sebaik baik ucapan adalah Kitabullah (AL Qur’an), sebaik baik petunjuk adalah Rosulullah shallahu alahi wasalam (Hadist).

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: