Skip to content

Perjodohan..

October 19, 2015

saat sedang duduk menunggu iqomat maghrib, tiba tiba muncul bapak yang saya tau muka tapi tidak tau nama dan identitas lainnya, menanyakan status saya sudah menikah belom? apakah mau ada akhwat yang belom menikah, saya pun senyam senyum saja dan setelah iqomat, sholat jamaah kemudian pulang sebelum melanjutkan pembicaraan tadi.
selang beberapa hari, ketika akan sholat isya sang bapak kemudian bertanya, katanya mau main ke rumah mas? dalam hati kapan saya menjanjikan main ke rumah ya? hehe. akhirnya dengan senyuman dijawab in sya Allah pak klo ada waktu luang.
Qadarallah kmren saya baru menyempatkan silaturahim, ternyata si bapak senang cerita apalagi orangnya yg satu prinsip dalam islam. Obrolan ya membahas sekitar masalah aqidah dsb. Hingga suatu saat ditanya,
B : mas sudah menikah? sudah proses belom?
S : belom pak, lagi ikhtiar
B : kalau mau nanti bapak bantu in sya allah, mau yang seperti apa?
S : emg caranya bagaimana?
B : kalau memang iya, berarti mas sudah percaya sama saya, nanti tinggal diperlihatkan sekilas di RM/masjid/rumah saya buat melihat sekilas ga lebih
S : Nah bagaimana saya tau dia? apakah dia suka saya? penampilan saya begini, obrolan detailnya pun tidak ada
B : sambil senyum, mas yang saya fahami berdasarkan Al Qur’an dan Hadist, menikah karena Allah sajalah mas, kalau mas atau si calon tau pekerjaan mas dll, hancur mas pernikahannya karena nanti akan dicari pekerjaan calon yang terbaik bukan mencari ridho allah yang terbaik.
Mas emang yang ngasih rejeki siapa mas? tinggal mas berusaha, kemudian bertawakal kepada Allah saja.
Ketika sudah melihat sekilas, mas cocok dia cocok, langsung nikah? sisanya pasrahin semua ke Allah saja mas, kalau memang sudah sama sama mau apalagi yang ditunggu? syaitan itu pinter dan lihai mas
S: senyam senyum doang
B : mas ingat kisah Umar ibn Khatab? ketika Umar mendengar percakapan putri dan ibunya. ketika sang ibu menyuruh mencampur air dalam susu untuk dijual tapi sang putri takut kepada Umar, ketika umar tak melihat tapi Tuhan umar melihat, Umar seketika itu menyuruh anaknya untuk menikahi sang putri, al hasil munculah keturunan yang sholeh, umar bin abdul aziz
dari kisah ini coba perhatikan dan kita cari ilmunya.
Di arab saudi, para perempuan yang bercadar cuman melihat sekilas, dia suka, sampaikan ke ayahnya, ayahnya yang menyelesaikan, sisanya diserahkan kepada Allah azza wajala.
Apa ada obrolan nanti tinggal dimana? makan apa? pekerjaan apa? hehe
Kalau mas memang sudah berproses, maka selesaikanlah dulu mas, ikhtiar sampai selesai, sambil minta yang terbaik.
Saya alhamdulillah sudah menikahkan 40an lebih dengan cara seperti ini, dan semuanya Alhamdulillah bahagia sampai sekarang..
S : hehehe, iya pak in sya Allah,minta doanya ya pak :’)
B : senyum #sambil memeluk saya dia mendoakan kebaikan buat saya

Hampir setiap apa yang jalani, Allah selalu kasih pembelajaran luar biasa, seakan akan saya sedang dikasih pembekalan tentang bagaimana menjalani kehidupan ini tanpa saya minta.
Pernikahan memang berat, jelas!  soalnya hadiahnya Surga, kalau ga berat mungkin cuman kipas angin hehehe

semoga ada hikmah yang bisa kita pelajari bersama. semoga yang belom nikah didekatkan jodohnya, yang sudah nikah diberi kenyamanan dan ketentraman in sha Allah đź™‚

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: