Skip to content

Kenapa harus seperti itu?

October 30, 2015

Melihat perdebatan di media sosial yang saling caci maki, saling menghina, saling meng-klaim saling benar dan sebagainya membuat pertanyaan besar apakah Islam mengajarkan seperti itu? Pemahaman yang dipakai itu sebenarnya pemahaman siapakah? pemahaman para salafus sholeh atau pemahaman nafsu manusia?
Ada yang mengkafirkan sesama muslim, ada yang menuduh khwarij, ada yang mengklaim masuk surga dan mendustakan orang lain ke neraka, kenapa harus seperti itu? Emang kita itu siapa ?
Semakin membaca comentar semakin ingin rasanya menutup semua account media sosial, rasanya hampir perkataan yang tidak pantas yang keluar.
Saya lahir dari dari kalangan keluarga NU kemudian di kampus saya belajar di tarbiyah kemudian setelah selesai menyelesaikan perkuliahan belajar pemahaman salafy dan setelah itu saya memutuskan tidak ikut siapa siapa, dan kembali ke pemahaman yang mengajarkan saya tentang AL Qur’an dan Hadist dengan pemahaman salafus sholeh.

Buat para tersangka yang dituduh sebagai orang muslim yang dikafirkan, sabar dan kalem, ketika pernyataan tersebut tidak sesuai dengan apa yang dibilang maka omongan akan kembali kepada orang yang membicarakan, konsekuensinya apa? Neraka siap menyambut orang orang yang mengkafirkan tapi tidak terbukti pengkafiran. Coba liat para imam mahdzab tidak pernah mengkafirkan sesama muslim yang kita liat cuman mereka memberitahu CIRI-CIRInya saja tidak ada PENGHAKIMAN mereka islam yang kafir atau bukan.

Buat para tersangka yang dituduh sebagai ahlul bid’ah, sabar dan kalem, jangan dahulukan emosi tapi tenang saja, kembali periksa, buatlah pemahaman dengan cara yang baik bukan dengan mengumbar siapa yang benar siapa yang salah, tapi liat kembali ke pemahaman salafus sholeh seperti apa? Ingat, masalah IBADAH itu urusannya langsung ke Allah, diterima atau enggak, wallahi itu hak preogratif Allah saja, kalau kita punya landasan shahih ya dijalankan ketika tidak berlandaskan lebih baik ditinggalkan, gampang kan? tidak perlu ada perdebatan yang membuang buang waktu.

Buat para tersangka yang dituduh khawarij, sabar dan kalem, mereka itu siapa bilang kita khwarij? Ingat kita punya pemerintahan, yang berhak memberikan label khwarij itu PEMERINTAH bukan malah orang orang yang baru belajar agama kemudian mengkalim itu khwarij, innalillahi wa innailahi roji’un😥 Saya fikir ulama tidak gampang memberikan label khwarij kepada seseorang apalagi itu sesama muslim.

Buat para tersangka yang dituduh masuk Neraka, sabar dan kalem saudaraku, Selama kita masih di jalan yang Allah ridhoi in sya Allah dengan rahmat Allah kita semua bisa masuk surga, amalan yang kita lakukan tidak akan bisa membeli surga, tapi Amalan yang Allah ridhoi itu yang membuat rahmat Allah terbuka selebar lebarnya yang membuat kita masuk Surga bersama sama in Sya allah :’)

So dengan para tuduhan ini sebaiknya kita intropkesi diri, evaluasi diri sejauh mana kita sudah mendekatkan diri kepada Allah sesuai AL Qur’an dan Hadist dengan pemahaman salafus sholeh. Daripada mengomentari hal dengan yang buruk buruk mending mendoakan dengan hal yang baik bukan? Lalu bagaimana pemahaman yang menurut saya salah, dengan kapasitas diri saya coba kasih contoh tentang masalah Isbal, semoga Allah ridhoi.

Isbal ini salah satu permasalahan yang mungkin termasuk khilafiyah, tapi bagi saya pribadi itu sesuatu yang penting.
Coba liat hadist ini :

ما أسفل من الكعبين من الإزار ففي النار

Kain yang panjangnya di bawah mata kaki tempatnya adalah neraka” (HR. Bukhari 5787).

Coba perhatikan yaaa, kita garis bawahi NERAKA, ketika kita fahami dengan pendek, intinya orang yang ISBAL itu tempatnya di NERAKA betul? Padahal salah satu orang yang masuk NERAKA itu adalah orang orang KAFIR, jadi mereka yang memakai pakaian ISBAL itu adalah orang KAFIR yang masuk NERAKA. Dan ada orang yang berpemahaman seperti ini dan saya pernah bincang bincang dengan beliau, semoga Allah menjaga beliau dengan kebaikan.
Nah ! Pemahaman seperti ini yang jadi dikoarkan koarkan menjadi permasalahan besar, seolah olah orang yang masih Isbal dianggap/dipandang sebagai orang yang salah. Padahal ketika ditanya mereka menggunakan dalil 1. Itu Sunnah 2. Boleh Isbal asal tidak Sombong.
Sepengetahuan saya, Hadist itu Shahih, dan saya termasuk orang yang sedang belajar tidak Isbal, karena ketika itu Sunnah tapi dikasih ancaman “neraka” berarti itu sifatnya perintah, dan harus dilakukan sekuat yang kita bisa. Kita kembali ke Tugas Rosul itu adalah memberikan Kabar gembira dan Peringatan, itu point pentingnya, kalau “No Isbal” adalah perintah Rosulullah, maka berilah peringatan, kita tidak diberi wewenang menghakimi, masalah setelah diberikan peringatan mau mengikuti ataupun tidak itu urusan mereka dengan Sang Hakim Allah azza wajala. Tidak ada pengkafiran tidak ada pemvonisan mereka masuk neraka dsb, karena kita bukan Hakim.
Jangan menganggap seolah olah kita paling benar, hati hati, Syaitan pintar sekali bermain apalagi dengan hati hati manusia. Ingat, tidak ada pemaksaan dalam beragama. Sabar dan Kalem saja jangan mudah terprovokasi hehe.
Kalau menggunakan hadist , dari umatku akan terpecah dari 73 golongan dan ada 1 golongan yang benar bukan berarti kita memahamkan yang satu itu golongan kita saja hehe. Coba perhatikan konteksnya “dari umatku” , berarti yang terpecah itu Muslim, Saudara seiman, seharusnya dirangkul bukan malah dituduh masuk neraka dan lain lainnya.
Tapi kenyataan sekarang, Kenapa harus seperti itu?🙂

Saya bukan Ustad, saya belom hapal AL Qur’an, saya belom hapal Hadist, jadi kapasitasnya belum diverifikasi hehe, artikel ini bukan memvonis atau menyudutkan salah satu atau beberapa organisasi. Yang terpenting kita terus belajar, kokohkan Aqidah, itu merupakan fondasi penting dalam membangun agama ini.Mohon maaf kalau ada salah kata, itu semua dari kebodohan saya, kalau ada yang benar datangnya dari Allah azza wajala. Mohon tidak dikomentar, dinikmati saja bacaannya, saya tidak butuh komentar atau pendapat pembaca, suka dibaca ga suka didiemkan saja :))

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: