Skip to content

Fitnah Wanita?

November 6, 2015

Allah berfirman,

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآب

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali ‘Imran: 14)

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari: 5096 dan  Muslim: 2740)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  mengabarkan dalam sabdanya,

إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خضرة، وَإِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ، فَاتَّــقُوا الدُّنْــيَا وَاتَقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِـي إِسْرَائِـيلَ كَانَتْ فِي النِسَاءِ

Sesungguhnya dunia ini begitu manis nan hijau. Dan Allah mempercayakan kalian untuk mengurusinya, Allah ingin melihat bagaimana perbuatan kalian. Karenanya jauhilah fitnah dunia dan jauhilah fitnah wanita, sebab sesungguhnya fitnah pertama kali di kalangan Bani Israil adalah masalah wanita” (H.R. Muslim: 2742)

Berangkat dari obrolan beberapa waktu lalu jadi ingin sekali rasanya menulis sambil menunggu waktu jam kantor yang masih lama karena tidak ada pekerjaan yang harus dikerjakan hehe.
Salah seorang teman kantor, dia adalah lelaki yang sudah mengaruhi banyak lautan asmara, di tangannya pun digambar tato, pergaulannya pun kurang bagus, doaen semoga dia makin baik dan Allah kasih hidayah. Awal obrolan mengenai gadis bercadar, dia bertanya bagaimana caranya dapatkan gadis bercadar mas? apa ada ada perkampungannya? atau ada perkumpulannya? karena penasarannya dia searching di google gambar perempuan bercadar dan ditunjukanlah kepada saya salah satu gambar cewek bercadar dan dia berkomentar bahwasanya gadis ini cantik mas ! Saya kaget dibuatnya kenapa dia bisa bilang cantik? bahkan dibilang badannya bagus, putih dan sebagainya, makin bingung saja dibuatnya karena secara fisik dia memakai jilbab lebar dan bercadar pula, bagaimana cara melihatnya? Setelah bertanya kepada dia, dia menjawab bahwasanya dia melihat dari matanya yang indah, bentuk mukanya keliatan bahwasanya dia memiliki wajah yang cantik. Oh begituuu..

Begitulah wanita akan selalu jadi fitnah bagi seorang laki laki, meskipun dia sudah menutup dirinya dengan jilbab lebar, bahkan menutup wajahnya dengan cadar ada saja laki laki yang bisa menikmati/membayangkan kecantikannya bahkan kemolekan tubuhnya, apalagi yang tidak mau menututup aurat?

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيراً

dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta’atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (QS. Al-Ahzab ayat 33)

Ini yang jadi renungan bagi para wanita, meskipun sudah bercadar, berjilbab lebar tetapi ketika sudah keluar rumah, fitnah akan tetap mengikuti para wanita. Islam begitu perhatian dengan wanita, dibuat sedemikian rupa aturan aturan yang membuat aman para wanita, tapi apa daya syiatan selalu istiqomah dalam menggoda para wanita agar keluar rumah tanpa mahrom atau keluar rumah yang memang bukan menjadi pokok pekerjaan dia sebagai wanita dengan dalih kebosanan,hak asasi, penyamarataan gender dan sejenisnya.

Setiap wanita punya pilihan masing masing , ada yang mau menutup aurat ada yang tidak, ada yang mau bercadar ada yang tidak, ada yang bekerja ada yang tidak, setiap wanita punya hujjah yang mungkin tidak bisa dipaksakan satu sama lain dengan kondisi mereka masing masing. Ga bisa dipungkiri emang sudah zamannya seperti itu. Semuanya serba pilihan layaknya kita mau memilih mau masuk surga atau masuk neraka? Mau memilih yang taat atau ahli maksiat? mau menjalankan sunnah atau yang bid’ah? mau milih yang halal atau haram? mau yang mubah atau yang makruh?
Kalau meyalahkan keadilan kondisi di dunia emang tidak akan pernah ketemu, kadang kita sendiri yang tidak adil terhadap diri sendiri, kalau mau keadilan nanti in sya Allah di akherat-Nya, Allah sebaik baik Hakim yang memutuskan segalanya.
Mungkin sekarang kita berfikir bahwasanya di Dunia kita sekarang, akherat itu hanya mimpi, tapi nanti ketika sudah di akherat, dunia itu seperti mimpi saja🙂 Astaghfirullahal adzim..

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: