Skip to content

jangan gores hati ibumuu..

December 15, 2015

” meskipun sholat tahajudmu tak pernah lepas, puasa sunnah tak pernah bolong tapi ketika engkau gores hati ibumu maka surga bukan milikmu ”
Ya mungkin begitu kata kata yang membuat banyak perungan, apalagi beberapa hari kmren saya bertemu dengan orang tua yang ternyata telah saya sakiti hatinya dengan kata kata yang menurut saya biasa dan standard, astaghfirullahal adzim..
ya dosa lisan emang susah dibendung, apalagi ketika dosa itu terbuat dari sesuatu hal yang kita tak sadari, dann ketika orang yang kita sakiti menegur ternyata sampai sejauh itu goresan luka yang dibuatt
Makanyaa Rosul bersabda, ketika seorang muslim beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berbicaralah yang baik baik atau diam.
Itu yg harus kita pelajari, khususunya saya pribadi kepada ibu saya, ternyata emang orangtua lebih sensitif, apalahgi hati seoranh ibu yang fitrahnya sebagai perempuan menggunakan perasaan dan secara umum semakin bertambah usia maka orang tua akan semakin kekanak kanakan :’)
Sedikit berbagi kisah, ketika itu kmren hujan dari sore sampai malam hari, saya pun berinsiasi untuk terjang hujan biar bisa jemput ibu saya sekalian bawa jas hujan, sesampainya di rumah karena basah diputuskan mandi dulu, tak terasa jam udah 9malam, liat hape udah banyak miscall dari ibu saya, ternyata ibu saya minta jemput, setelah sampai lokasi eh yang didapat adalah omelan ibu saya, kenapa lama? Kenapa harus mandi dulu? Dan lain lainnya..
Mungkin mayoritas dari umuran saya, gejolak emosi tinggi, habis pulang kerja,capek,jemput malah dapat omelan? Rasanya bagaimana? Hehehe..
Tapi itulah ujian kesabaran, mungkin saya bisa melakukan pembelaan dan melakukan argument dengan nada marah balik, cuman pilihan DIAM menjadi solusi saat itu sambil pulang dengan omelan sepanjang jalan..
Esok harinya, setelah mau berangkat. Ibu bertanya, kok ga bawa tas? Saya pun jawab, kmren banyak kerjaan, hujan, tasnya ditinggal biar ga kehujanan, terus mandi dulu baru jemput ibu, makanya ibu jangan emosi duluuu🙂 ibupun diam tak melanjutkan pembicaraan karena mungkin merasa sudaj marah marah hehe
Ya begitulah, coba kalau saya mengikut gejolak emosi muda, mungkin hati ibu saya akan tergores dengan omongan dan nada tinggi saya, api bertemu dengan api? Kebakaran sudah itu nuansa harmonii keluarga..
Semoga kita para anak bisa memuliakan kedua orang tua, biasa menjaga lisan, bisa belajar dan belajar sampai surga bisa kita dapat dengan ridho Allah🙂

kantor pemalang,
Disela kesibukan akhir taun

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: