Skip to content

Cerita di sebuah Kajian Rutin..

March 29, 2016

Dalam sebuah kajian rutin selepas maghrib sampai waktu isya datang, ada sebuah kisah yang banyak membuat saya merenung, malu bahkan membuat mata berkaca kaca membayangkan kok bisa seperti itu?

Ketika itu sang ustadz ada kajian di Surabaya, kajian rutin di minggu keempat di surabaya, ketika berada di mushola/masjid stasiun dan sedang melakukan sholat ada orang yang berdiri disebelahnya dan ikut menjalakan sholat. Ketika setelah sholat terjadilah bincang bincang antara sang ustad dengan seorang bapak bapak.
Ternyata bapak itu adalah seorang muallaf dari Bali, baru beberapa minggu memeluk Islam, dan dalam adat istiadat bali ketika seseorang keluar dari agama Hindu maka dia harus meninggalkan semuanya, ya semuanya dari mulai keluarga, anak dan istri, kekayaan, kehormatan , tempat tinggal dan hanya menyisakan baju yang ada saja dipakai. Dia sampai ke surabaya saja membutuhkan waktu 18 hari perjalanan ! perjalanan menggunkan transportasi seadanya, ketika diperbolehkan naik ya naik, turun ya turun begitu terus sampai tujuanya ke Bandung. Kenapa ke Bandung? karena dia dulu mengikrarkan diri keisalamannya di Bandung, dan beliau ingin bertemu dengan ustad Aa Gym, dan ingin menuntut ilmu disana dengan beliau. Subhanallah. Lantas bagaiamana makannya? Beliau selama perjalanan dari Bali ke Bandung terus menerus melakukan puasa, dan bahkan berbukanya dengan air wudhu yang dia singgahi😥 Bahkan ketika ditawari air minum pun beliau menolak karena sedang menjalankan puasanya..

Keputusan yang berat harus meninggalkan keluarga, harta dan tahta, setelah dia pelajari Islam lebih dalam bahwasanya dia bilang Agama adalah Islam, Yahudi, Nashrani dan Majusi, sedangkan Hindu adalah sebuah adat tradisi saja.Setelah dimantapkan hatinya beliau memilih Islam sebagai Agama yang beliau yakini kebenarannyaa…
Ketika mendengarkan cerita itu, sang ustad menawarkan bantuan kepada beliau agar menunggu disini, nanti teman ustad akan datang, dan mengantarkan beliau ke terminal dan membantu anda untuk ke bus yang langsung menuju ke Bali, tapi dengan mantap beliau menolak bantuan tersebut dan beliau berkata, ” Ustad, terima kasih atas bantuannya, bukan saya menolak rejeki dari Ustad, tapi saya tau ini adalah Ujian dari Allah azza wajala atas keimanan saya, saya yakin ketika saya sanggup melewati ini semua maka Allah nanti akan memudahkan langkah saya kedepannya ” . Subhanallah😥

Saya tidak pernah habis pikir kenapa ada orang seperti ini di zaman sekarang ini? Disaat umat muslim yang mengaku Islam yang sudah berpuluh puluh tahun seperti saya belum tentu bisa menahan cobaan seperti ini😥 Untuk meninggalkan ikhtilat di tempat pekerjaan saja saya masih berat, untuk menjalankan puasa sunnah saja berat, untuk melakukan safar yang ada budget untuk kebaikan atau menuntut ilmu saja saya masih mikir ratusan kali untuk datang atau tidak. Nah ini ada seorang yang baru masuk Islam dengan umur Islamnya belum ada satu tahun sudah bisa sampai sejauh ini?
Menjalankan syariat tanpa tapi itu susah, melakukan perintah Allah dan Rosulnya tanpa kecuali juga susah, syahwat nafsu dan iman beradu jadi satu untuk mementukan pilihan terbaik, hijrah terbaik mencari keridhoannya atau justru terjebak dalam jurang kemasiatan dan fitnah indahnya dunia yang fana..

Wallahualam bishawab..
Semoga Allah melindungi kita semua dari kejahatan makhluknya yang terkutuk, dan kita banyak banyak bersyukur berada di lingkungan yang mayoritas kaum muslimin, berada di keluarga yang muslim. Alhamdulillah binimaktillahi tatimusholihat…

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: