Skip to content

Belajar Hikmah dari Intisari Kelapa

April 17, 2016

Yang kita ketahui bahwasanya intisari kelapa adalah air santan, tapi tahukah kita bahwasanya untuk mendapatkan intisari kelapa memerlukan proses yang panjang. Kita perhatikan dari sebuah kelapa yang ada didalam pohonnya harus dipetik kemudian dijatuhkan kebawah. Setelah itu dikelupaslah kulitnya sehingga tersisa batok kelapa. Lantas setelah itu batok kelapa akan dikuliti batoknya sehingga tersisa daging kelapa yang masih bulat utuh. Setelah itu dibersihkan kembali, ada yang dipotong menjadi dua dan seterusnya. Setelah itu kemudian kelapa diparut, dan diperas kemudian munculah intisari kelapa (read : Santan)dan ada juga yang dikerok kulitnya untuk diambil intisari kelapanya.
Hikmah apa yang bisa diambil dari sini? ini adalah Hikmah atau hakikat seorang muslim, begitulah muslim hidup di dunia ini untuk diambil intisarinya kemudian dimasukan ke dalam surga selama-lamanya. Tapi liat prosesnya, bagaimana rasanya jika harus dipetik kemudian itu dijatuhkan? hancur berkeping keping bukan? nah ujian ini adalah salah satu bentuk Allah kepada orang orang yang beriman.Jika lulus maka lanjut, jika gagal? bisakah remidi?
Setelah lulus, ada yang namanya pengkelupasan dari kulit kelapa sampai dagingnya, bagaiamana seorang muslim diuji oleh Allah diambil semua apa apa yang dia punya, ya harta, ya tahta ya wanita ya anak anak? Ujian terberat di dunia ini adalah kefakiran karena setelah fakir jatuhnya adalah Kufur/Murtad (keluar dari Agama Allah). Ga semua orang fakir bisa bertahan dari kefakirannya, ini lah ujian apakah Syahadatnya masih melekat dari jiwanya atau tidak? Ingat sabda Rosulullah bahwasanya yang pertama kali memasuki syurga adalah orang fakir, karena dia tidak punya apa-apa untuk dihisab asalkan syahadatnya benar masuklah dia kedalam surga. Dan ingat ujian para nabi dan orang orang sholeh umumnya melalui kefakiran jarang yang melalui ujian kenikmatan yang orang orang cari di zaman sekarang bahkan sampai lupa diri.
Setelah itu ada yang namanya pemarutan, sebelum diparut adalah dipotong potong bagiannya, itu seperti ujian Allah cabut nikmat sehat dari dalam dirinya,Allah berikan penyakit untuk menguji keimanannya apakah dia semakin bersykur atau kufur nikmat ? Berat memang berat, tapi ini lah yang namanya ujian, setiap ujian yang kita rasakan berat sekali rasanya yakinlah Allah sudah siapkan tempat terindah untuk kita istrahat dari rasa berat di dunia selama ini. Kita akan menjalani tempat terindah selamanya bukan sementara, dimana yang tidak pernah diliat oleh mata, dicium oleh hidung, didengar oleh telinga dan diinjakan oleh kaki selama ada di dunia, dunia yang kita cari saja begitu indah bagaimana nanti dengan Surga?
Tapi inilah konsekuensi seorang muslim, Berat dan berujung masalah, itu pasti, karena sudah menjadi ketetapan Allah azza wajala. Jangan pernah untuk dikurangi masalah masalah yang ada, tapi mintalah kepada Allah azza wajala untuk diberikan kekuatan untuk menghadapi semua ujian di dunia ini..
La tahzan akhi wa ukhti filla, innallaha ma’ana🙂

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: