Skip to content

Entah rasanya ingin menangis…

May 29, 2016

Kalau menangis karena kehilangan seseorang yang sangat penting bagi hidup ini atau seseorang yang mengajarkan sesuatu hal yang sangat berharga itu sangatlah wajar, tapi melihat pemandangan yang luar biasa seperti ini rasanya sangat menyentuh hati sekali..
Ketika itu selepas sholat isya di masjid, kemudian sedang istrahat dan tidur tiduran karena tubuh memang sedang sangat capek seharian harus meninjau pekerjaan yang sedang berjalan, ketika itu imam masjid yang jadi sahabat saya menyuruh adiknya untuk ikut bergabung makan bersama, cuman memang kondisinya saya sudah makan selepas maghrib tadi dan cuman ikut bergabung menemani makan saja sambil ingin tau apa sih yang sedang dimakan? dan makan makanan apa sih yang dimakan biasanya?
Dalam proses makan saya perhatikan cuman ada magic jar/tempat penyimpanan makan,dan sepotong mangkuk berisi sayur, ketika saya tanya itu sayur bayam? bukan itu sayur kangkung, tak liat dan tak perhatikan mereka cuman makan nasi dan sayur kangkung saja, makan bertiga dengan lauk yang sangat sederhana, sambil lahapna mereka makan, bahkan sampai ada yang cuma makan nasi saja dengan lahapnya karena lauk pauknya sudah habis..
Tak terasa air mata berlinang, ingin rasanya nangis sekencang kencangnya melihat pemandangan ini, tapi ditahan karena memang tidak enak dalam suasana makan dan kondisi di dalam rumah mereka yang sederhana. Astaghfirullah, begitu banyak nikmat yang Allah berikan ke saya tapi saya begitu sedikit untuk bersyukur. Mereka itu bisa dikatakan tidak punya dunia, makan apa adanya, tapi mereka begitu MULIA, kenapa? karena mereka para penghapal Al Qur’an, dua orang sudah hafidz 30 juz dan satunya sedang berproses menuju kesana. Lantas bagaimana dengan diri ini? Jauh…
Teringat sahabat yang menangis ketika berkunjung ke rumah Rosulullah yang mana ranjangnya tidak seempuk dari raja raja, makanannya cuman apa adanya, ketika ada yang dimakan ya dimakan ketika tidak ada makananan ya puasa, Rosulullah manusia terbaik sepanjang zaman, pemimpin para nabi dan rosul di akherat, tapi lihat hidupnya, kenapa rosulullah tidak pernah minta kepada Allah untuk diberikan dunia agar ranjangnya mewah, kendaraannya bagus, makanannya banyak, kenapa ? Semoga kita menjadi orang orang yang senantiasa berfikir dan mengambil pelajaran darisana..

Yaaa muqolibal qullub tsabit qolbii ala diinik😥

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: